Cerita Sex Seks Itu Nikmat – Part 13

Cerita Sex Seks Itu Nikmat – Part 13by adminon.Cerita Sex Seks Itu Nikmat – Part 13 13 Sin : Seks Itu Nikmat – Part 13 . 12th SIN : Double Cross . ===== (LINDA STORIES) ===== . Aku terus menggenggam bros kupu-kupu pemberian wiwi ini, karena walaupun hanya kenal sebentar, aku sudah merasa sangat dekat dengan wiwi dan ci Anie, aku tahu mungkin tidak akan bisa bertemu dengan mereka berdua lagi, […]

tumblr_npu6dqlpMq1qjlplao1_1280tumblr_npm323g79l1uwaj61o10_1280  tumblr_npu6dqlpMq1qjlplao2_128013 Sin : Seks Itu Nikmat – Part 13

.
12th SIN : Double Cross
.
=====
(LINDA STORIES)
=====
.
Aku terus menggenggam bros kupu-kupu pemberian wiwi ini, karena walaupun hanya kenal sebentar, aku sudah merasa sangat dekat dengan wiwi dan ci Anie, aku tahu mungkin tidak akan bisa bertemu dengan mereka berdua lagi, tapi aku tidak akan pernah melupakan mereka.
Aku dibawa ke Jakarta, dan diserahkan kepada seorang pria bernama om Hengky, yang belakangan aku ketahui merupakan seorang Germo kelas atas yang juga masih keturunan keluarga Ming.
.
“ehm wajah sendu dan berkulit putih seperti ini yang selalu disukai, terkesan lugu..” ujarnya ketika melihatku.
.
Aku tidak merespon sedikit pun ucapannya, yang kulakukan hanya diam membiarkannya memperhatikan seluruh tubuhku.
.
“sepertinya aku harus mencicipimu dahulu, untuk merasakan senikmat apa dirimu..” ujarnya sambil menarik tanganku memasuki salah satu kamar dirumah mewah itu.
.
Sesampainya dikamar aku langsung ditelanjangi, dan dia pun menelanjangi dirinya sendiri.
“kau benar-benar memiliki aset yang menakjubkan..” ujarnya sambil memandang tubuhku dengan mata nanar.
Ia berjalan mendekatiku mata menatapnya begitu terlihat jelas menyeleksi setia jengkal bagian tubuhku.
Kami saling berhadapan dalam kondisi bugil, tubuhnya lebih tinggi dari aku, aku hanya sebatas dadanya. Diraihnya daguku dan diangkat menghadapnya, “cantik sekali..” ujarnya dan langsung melumat bibirku, aku tetap mengatupkan mulutku menolak membalas kulumannya, tapi ia menekan lebih keras cengkraman didaguku, yang mebuatku terpaksa membuka mulut, dan ketika mulutku terbuka lidahnya langsung masuk dan beradu dengan lidahku, kendati aku tidak melakukan apapun, lidahnya terus bergerak, menjilati dinding dalam mulutku.
.
Tangannya yang memegang daguku mulai dilepaskan, namun tangan satunya yang dipinggang belakangku semakin ditekankan, tubuhku semakin menempel ketubuhnya, aku bisa merasakan penis tegangnya menyentuh-nyentuh pahaku.
Kendati tidak mendapat respon dariku ia tetap melumat bibirku, memainkan lidahnya dan menyeruput liur yang keluar dari mulutku, aku merasakan sentuhan jari dibelakang leherku, menempel tipis, bergerak-bergak menyusuri leherku, kepunggungku, kembali keleher, kuping.. Auouch.. Sentuhan itu membuatku berdesir, dan tanpa sadar, bibirku bergerak, lidahku merespons setiap lumatannya, kupejamkan mata, antara rasa malu karena terpancing oleh birahi dan juga keinginan dalam tubuhku untuk lebih menikmatinya.
.
Ia melepaskan kuluman dimulutku, nafasku terengah-engah, belum sempat kumengambil nafas, iasudah berlutut dikakiku, dinaikan satu kakiku dipundaknya, dan ia menyelusupkan kepalanya diantara selangkanganku, “akhhhh….” desahku ketika benda lembut basah itu menjilati vaginaku.. Rasa berdesir menjalari seluruh tubuhku, ketika ujung lidahnya berusaha membuka lipatan bibir kelaminku, “eahm..akhh..argh, argh..” aku merintih tertahan, aku bisa merasakan jika cairan kewanitanku sudah mulai membasahi seluruh rongga kemaluanku, dan aku semakin tak bisa mengendalikan diri, tubuhku merasakan sensasi yang luar biasa ketika mulutnya menyeruput cairanku itu. Aku tak kuasa menahan diri, ketika lidahnya juga turut memainkan klitorisku, daging kecil itu sangat nikmat sekali rasanya ketika disentuh oleh ujung lidahnya.
.
Sukses membuatku menggelinjang dan merintih hebat akibat permainannya lidahnya, ia bangkit berdiri,
“kau menyukainya kan..” ujarnya sambil menatapku dengan senyum penuh kepuasan.
Aku tak memberi jawaban nafasku masih tersenggal.
.
Kembali sebelah kakiku diangkat kepinggangnya, sebelah tangannya memegang penisnya yang sudah sangat tegak itu, digesek-gesekan penisnya diantara celah lipatan kemaluanku, sambil ditekan-tekan pelan.. “Akkhhhh…” jeritku ketika dengan cepat ia memendamkan seluruh penisnya kedalam vaginaku, rasanya sedikit perih namun terasa hangat dan batang berdenyut itu juga terasa begitu penuh mengisi lubang vaginaku.

dan ia kembali menarik sebelah kakiku lagi, kini aku dalam posisi digendong olehnya, penisnya terasa menusuk semakin dalam dikemaluanku.
“akh..akh..akh.” rintihku ketika ia mulai menyentak-nyentakan kelaminnya.
Tak hanya itu ia juga menggerakan aku maju mundur digendongannya sehingga penisnya jadi bergerak keluar masuk di vaginaku.
.
“eugh..akh..akh.. Yeakh..akh…” aku terus merintih, gesekan urat-urat dipenis nya, terasa begitu enak sekali, apalagi disaat klitorisku juga ikut tergesek.
.
Ia membawaku keranjang, pria paruh baya ini memang mempuanyai tubuh yang gagah dan kuat, terlihat tidak masalah sama sekali baginya untuk menggendongku.
Kami tetap bersetubuh dengan cara seperti itu, bergerak dari sisi yang satu kesisi yang lain dikamar itu, sampai akhirnya dia duduk diranjang, berada dalam posisi yang seperti itu, membuatku yang sudah terbalut dalam nafsu birahi tidak ingin kehilangan momen begitu saja, aku langsung bergerak naik turun, diatas pangkuannya, tak hanya itu, aku juga sengaja menyentuhkan kedua payudaraku kewajahnya.
.
“akh..akh..yeah..okhh..akh..yeah..oh..oh..oh.. ” desahku dengan irama nafas menderu.
.
Om Hengky menahan tubuhku untuk tidak bergerak, ia mengangkat kakinya dan memutar tubuhnya, kini kami sudah diatas ranjang, didorongnya pelan tubuhku hingga telentang, dengan kedua tangannya tetap menahan pahaku, mencegah agar pertautan kelamin kami tidak terlepas.
.
Kali ini om Hengky yang aktif bergerak aku hanya diam menikmati, sambil sesekali ikut menggoyang atau mengangkat pinggul menyambut setiap tusukan penisnya.
.
Permainan birahi ini membuatku lupa akan statusku, yang ada hanyalah hasrat untuk segera menuntaskan siksa birahi ini..
.
“oukh..akh..akh..kau menikmatinya pelacur kecil nya.. Akh… Eakh…!” desahnya diantara deru nafas yang semakin memburu.
Keringat membasahi seluruh tubuh kami, panasnya gelora birahi dalam tubuh kami tidak mampu diredakan oleh pendingin ruangan dikamar ini.
.
“akh..ah..akh.ah..ahhh….!” aku hanya bisa mendesah, aku merasakan dorongan kuat didalam diriku yang tak bisa kutahan lagi.. Tubuhku serasa bergetar dan sesuatu terasa lepas dari dalam diriku.. “arggggh..akh…” aku mengerang, tubuhku mengejang dan melemas bersama rasa nikmat yang tiada tara.
Tubuhku masih terguncang akibat gerakan memompa om Hengky yang semakin cepat, dan ia pun berteriak.. “akkkkhhhh….” aku merasakan beberapa kali semprotan dikemaluanku terasa hangat, vaginaku terasa penuh aku bisa merasakan sebagian cairan hangat itu meleleh keluar dari sela-sela vaginaku yang masih tersumpal penis om Hengky yang sudah ambruk menindihku.
.
“kau sangat luarbiasa.. Kenikmatan yang tak bisa ditandingi , gadis keluarga Jia benar-benar pelacur sejati..” ujarnya, kata-kata yang begitu menyayat ditelingaku, segera momen kenikmatanku langsung hilang berganti menjadi kepada pria ini, kepada seluruh keluarga Ming mereka adalah neraka buat keluarga Jia, kudorong tubuh pria ini dari atasku, kubalikan badanku membelakanginya, tapi om Hengky malah memelukku dari belakang, dan menggesek-gesekan penisnya yang masih terasa basah dan lengket itu kepantatku.
“sepertinya aku harus mencoba bagian yang ini juga..” ujarnya ditelingaku, sambil menekan penisnya dibelahan pantatku, aku tidak menghiraukan ucapannya, kupejamkan mata berharap cepat tertidur dan karena hanya dalam tidur aku dapat melupakan semua ini walau hanya untuk sesaat.
.
“Hey..bangunlah kau bukan putri yang bisa tidur sesuka hatimu.. Cepatlah bangun..” suara keras om Hengky membangunkanku.
“cepatlah mandi..” perintahnya.
.
Tubuhku masih terasa lemas akibat persetubuhan semalam tapi aku juga tiba-tiba merasa jijik ketika aku mengingat kejadian semalam dengan pria ini, aku segera beranjak dari tempat tidur, dan langsung kekamar mandi yang ada dikamar ini, kuguyur tubuhku di shower dengan air dingin, kusabuni setiap jengkal tubuhku, agar bisa menghilangkan sisa-sisa dari pria itu.
.
“pakailah baju itu, dan isilah formulir itu juga..” ujar om Hengky yang rupanya menungguku selesai mandi.
.
“formulir apa..?” tanyaku
.
“formulir masuk kuliah. Kau bebas memilih jurusan yang kau sukai..!” jawabnya.
.
“untuk apa aku kuliah, bukankah aku disini untuk dijadikan pelacur..!” kataku.
.
“hahaha.. Kau tahu pelacur yang berprofesi sebagai mahasiswi itu. Sangat mahal tarifnya, jadi cepatlah jangan banyak protes, kau bukan satu-satunya gadis yang harus ku urus..!” ia berkata sambil meninggalkanku.
.
Aku memang dikuliahkan, aku dibebaskan kuliah sesuai dengan jurusan pilihanku sendiri, dan aku juga mendapat fasilitas yang menurut ukuranku luarbiasa, mobil untuk kuliah dan juga uang jajan yang cukup besar, ternyata om Hengky tidak menjadikanku pelacur, tapi lebih sebagai simpanan nya, seiring dengan berjalannya waktu, aku mulai merasakan benih-benih kasih terhadap om Hengky, aku mulai merasa rindu jika beberapa hari saja tidak bertemu, kendati usia kami berbeda jauh, namun rasa itu terus tumbuh.

Aku selalu berusaha menghilangkan rasa dihati ini, menjaganya agar tidak terus tumbuh, mulai dari melakukan hal-hal yang tidak disukainya, atau menantangnya untuk segera membawaku ke rumah bordil, tapi om Hengky tidak pernah menggubris itu, ia tetap memperlakukan aku spesial, dan aku jadi seperti merasa menghianati seluruh keluarga Jia, karena aku ternyata sudah jatuh hati dengan pria dari keluarga Ming.
.
Tak berapa lama akupun hamil anak om Hengky, tapi dikeluarga Ming ada larangan untuk mempunyai anak dari perempuan keluarga Jia, jika sampai ada keluarga Jia yang hamil oleh keluarga Ming, maka harus cepat digugurkan.
Sebenarnya saat itu aku sudah pasrah jika harus menggugurkan kandungan. Tapi om Hengky ingin membesarkan anak itu, karena ingin mempunyai keturunan.
.
Maka diaturlah sebuah rencana dimana jika anak ini lahir maka akan diurus oleh orang kepercayaan om Hengky, saat itu aku setuju saja karena itu satu-satunya alasan paling rasional untuk menyelamatkan anak ini, dan aku juga percaya orang ini akan menjaga anakku dengan baik.
Aku hanya bisa merasakan sekali menyusui anakku, karena setelah melahirkan om Hengky langsung membawaku pindah ke Tiongkok, aku semula menolak untuk pindah kesana karena darisanalah asal mula semua ini, tapi om Hengky mengatakan bahwa tempat yang paling berbahaya justru tempat yang paling aman untuk bersembunyi. Kendati sudah berada jauh namun aku selalu mengawasi setiap perkembangan anaku, dari kecil hingga menjadi seorang gadis cantik dan juga pintar bahkan telah menjadi seorang suster, selain itu keluarga angkatnya juga selalu mengirimi kabar tentang perkembangannya dan juga foto-foto dirinya.
.
Om Hengky sudah meninggal sejak bertahun-tahun lalu, namun uang deposito dan juga usaha penginapannya cukup untuk membiayai hidupku disini, tapi tetap saja aku merasa kesepian sendiri dinegeri orang, ketika mendapat kabar Evie sudah menemukan jodohnya, seorang dokter muda yang brilian, aku sangat senang sekali dan nekad kembali ke Indonesia, untuk menghadiri pernikahannya.
.
Ternyata kepulanganku membongkar semua rahasia tentang Evie, calon suami Evie adalah putra dari keluarga Ming, dan di pesta pernikahan itu ci Anie ada diantara rombongan mempelai pria.
.
Untunglah ci Anie mau merahasiakan semuanya, namun aku juga harus membuka semua kepada Evie, agar dia bisa menjaga diri.
.
Masih terbayang jelas wajah kagetnya dibenakku, ketika Evie mengetahui semua, ia terlihat sangat shock, tapi juga cukup dewasa untuk menerima semuanya, aku yakin om Hengky akan sangat bangga disana melihat sikap dewasa putrinya ini.
.
Setelah merasa Evie bisa menerima kenyataan ini. kuputuskan untuk kembali ke Tiongkok, sebelum pergi aku memberikan bros kupu-kupu pemberian wiwi dulu sambil berpesan ” jika ada kesempatan membantu seorang keluarga Jia, maka bantulah karena sekecil apapun bantuan itu, artinya akan sangat besar untuk orang yang dibantu..” pesanku, sambil memeluknya erat, entah kapan aku bisa memeluk anakku lagi, jika bisa aku tidak ingin berpisah lagi dengannya, tapi aku tahu keberadaan aku disini justru bisa menyulitkan dan membahayakan hidupnya. Kutitipkan Evie kepada ci Anie, seraya berpesan kepadanya jika nanti bertemu wiwi, tolong katakan bahwa aku juga merindukannya.
.
~
.
======
(Fany stories)
======
.
Aku tidak begitu mengenal siapa suster Evie ini, walau mama dan Lian tampak begitu akrab, aku merasa tetap harus berhati-hati.
.
“semua sudah siap..ambulan sudah menunggu diluar” ujar lian yang muncul tiba-tiba.
.
“baiklah mari kita berangkat, fany kamu sebaiknya tetap menggunakan kursi roda..” ujar suster Evie.
.
“baiklah..” jawabku.
.
Akupun duduk dikursi roda dengan didorong suster Evi, dan di ikuti oleh mama dan Lian.
Entah siapa yang dikenal oleh Lian, sampai anak ini bisa mendapatkan ambulan palsu ini, dan tanpa kecurigaan kamipun dapat meninggalkan rumah sakit ini dengan lancar.

.
“kemana tujuan kita..?” tanyaku
.
“kita akan menyebrang ke Bakauheni, tapi sebelumnya kita ganti kendaraan dulu, Mario sudah menunggu dengan kendaraan yang lain…” jawab Lian.
.
“aku turun disini saja..” sela suster Evi.
.
“kamu tidak ikut dengan kami..?” tanya Mama.
.
“Aku tidak bisa, aku hanya bisa membantu sampai disini, waktu kalian tidak banyak jadi bergeraklah yang cepat..!” kata suster Evi.
.
“tapi nanti apa yang mereka perbuat pada kamu jika mengetahui kamu membantu kami melarikan diri..” mama berkata penuh kekhawatiran.
.
“aku bisa mengarang suatu alasan.. tante berhati-hati saja selama diperjalanan,..” ujarnya.
.
Suster Evi turun di tengah jalan, sementara kami melanjutkan perjalan, mobil ambulan ini berjalan memasuki komplek pergudangan dikawasan pelabuhan.
.
“apa kamu yakin disini tempat temanmu itu menunggumu..?” tanyaku.
[email protected]>
“iya ci, Mario sudah menyiapkan segalanya.. cici tenang aja..” jawab Lian.
.

Dari sela-sela tirai dikaca mobil ini aku bisa melihat susana jalan yang sepi dan ketika mobil berbelok masuk kesalah satu gudang di sisi jalan ini, firasatku sangat tidak enak, aku merasa janggal tempat ini terlalu sepi untuk sebuah komplek pergudangan.
.
“apa ini Lian..?” tanyaku begitu kami turun dari mobil ambulan ini ternyata sudah ada beberapa orang pria yang menunggu kami didalam gudang ini.
.
“Mario kenapa kamu membawa begitu banyak orang..?”tanya Lian kepada salah seorang diantara mereka, Aku bisa melihat raut kebingungan di wajah Lian.
.
“maafkan aku Lian, keluargaku hanya tinggal Papaku seorang, seperti kamu yang ingin menyelamatkan keluargamu, aku juga ingin menyelamatkan Papaku..” jawab Pria yang dipanggil Lian, mario itu.
.
“maksudmu apa?” Lian terlihat makin kebingungan.
.
“aku akan menukar kalian demi kebebasan Papaku.. Maafkan aku Lian. aku hanya ingin menyelamatkan nya dia sudah tua dan sakit-sakit’an aku tak tega jika ia harus mendekam dipenjara..” kata Mario.
.
“Bajingan kamu Mario…” teriak Lian sambil mengambil potongan besi yang banyak berserakan dilantai gudang ini, dan lalu berlari menuju Mario, tanpa sempat kucegah…
“bajingaaan.. kau Mario…” teriaknya sambil menerjang ke arah Mario.
.
(bersambung)

Author: 

Related Posts